Skip to main content

Cara biasakan anak bermain diluar rumah dan menghindari gadget

Memang tidak bisa di pungkiri dengan semakin berkembangnya teknologi jaman sekarang, bukan lagi hanya orang dewasa yang bisa menggunakan serta mengoperasikan teknologi tersebut. Salah satunya gadget, barang yang kita kenal paling lekat dengan para manusia milenial memang memiliki daya tarik tersendiri serta menawarkan berbagai macam fitur dan aplikasi menarik yang bisa di manfaatkan oleh banyak orang yang menggunakannya. Dengan banyaknya keunggulan dari gadget sendiri memang menjadi salah satu keunggulan bagi orang. Seperti dengan pemakaiannya bisa semakin mudah dan praktis. Oleh karena itu tidak heran apabila setiap manusia di dunia ini masing-masing minimal memiliki satu jenis gadget. Hal itu pun tidak lepas dengan anak kecil. Berbagai macam alasan yang di miliki orang tua yang dengan sengaja memfasilitasi anak nya yang masih anak-anak untuk ikut mengoperasikan gadget sejak dini.

gambar Cara biasakan anak bermain diluar rumah dan menghindari gadget
*sumber : bicycleclub.jp

Memang tidak semua alasan orang tua pada umumnya dapat di salahkan. Mungkin saja alasan terkuat adalah sebagai alat komunikasi antara mereka dan anak mereka karena minimnya waktu untuk bertemu yang di sebabkan oleh padatnya jadwal pekerjaan sang orang tua. Namun tidak sedikit juga dari orang tua yang dengan sengaja mengenalkan gadget kepada anak terlalu dini karena agar sang anak tidak rewel. Alasan yang begitu ironis. Memang pada gadget memiliki banyak fitur yang bisa orang manfaatkan, seperti yang akan kita bahas bersama kali ini adalah tentang anak. Pada fitur gadget memang ada beberapa yang di peruntukan untuk anak anak, seperti fitur game online, youtube, applikasi doa-doa anak dan masih banyak lagi. Hal ini sangat di sayangkan karena pada fase anak memanglah belum di sarankan untuk menatap layar terlalu lama. Untuk ukuran layar televisi saja anak sangat harus di batasi. Apalagi untuk ukuran gadget yang sangat kecil serta meiliki kecerahan pada layar yang jauh lebih tinggi daripada televisi.

Beragam nya fitur yang menayangkan konten-konten menarik untuk anak inilah yang menyebabkan kebanyakan anak jaman sekarang bisa di katakan sebagai pecandu gadget. Namun tidak sedikit juga pihak orang tua yang hingga di bikin kuwalahan saat ingin berusaha memisahkan anak dengan gadget ini sendiri.  Semua cara mungkin saja sudah pernah di lakukan yang di mulai dari penawaran sederhana hingga penawaran menarik namun tetap tidak menggoyahkan dirinya untuk beranjak pergi dari hadapan gadget. Bahkan hingga ada kaum orang tua yang sampai harus dengan memperingatkan sang anak dengan tegas dengan cara menyita gadget anak. Apakah ini merupakan cara yang tepat? Jawabannya adalah tidak, karena dengan begitu anak justru akan semakin berulah karena ada keganjalan di dalam hatinya. Buatlah anak dengan sendirinya menghindari gadget dengan cara yang tepat namun sederhana. Yaitu dengan membuat anak untuk terbiasa bermain di luar rumah. Lalu bagaimana caranya? Mari simak artikel ini.

Cara untuk membuat anak mau bermain di luar rumah adalah dengan :


Memperkenalkan mereka dengan alam
Karena maraknya game online yang ada di gadget membuat anak kebanyakan semakin enggan untuk bercengkrama dengan alam. Jika anda sebagai orang tua tidak pandai pandai untuk mensiasati keadaan akan sangat di sayangkan. Karena lewat alam anda bisa mengajarkan banyak hal kepada anak anda, dan banyak lagi hal menyenangkan yang bisa anda lakukan dengan mereka. Serta bisa juga menjadi salah satu media untuk bercengkrama dengan keluarga. Awalilah dengan mengajaknya berkebun, ke peternakan, hingga outbound. Dengan begitu anak anda akan bisa merasakan bagaimana nikmatnya aktivitas di luar ruangan.

Kenalkan mereka dengan beberapa orang teman dari tetangga sekitar tempat tinggal
Melakukan kegiatan di luar rumah bersama dengan teman pasti akan terasa lebih mengasyikan bagi anak-anak. Terlebih apabila bisa bermain di sekitar komplek atau sekitar rumah. Mereka akan lebih bisa berekspresi saat bermain dengan anak yang seusianya. Maka latihlah mereka untuk terbiasa bersosialisasi dengan teman teman seusianya di sekitar rumah anda. Kemudian berikanlah mereka ruang agar bisa menjalin hubungan dengan lebih akrab.

Beritahu beberapa permainan yang asyik dan bisa mereka lakukan saat di luar rumah
Jangan pernah larang anak anda untuk melakukan hal-hal yang anak anda sukai. Jangan pernah khawatir dan mengatakan tidak saat anak bermain dengan hal-hal yang membuat badan mereka kotor. Biarkan saja namun tetap awasi saat mereka bermain.

Tanamkan jiwa petualang kepada anak anda
Tanamkan jiwa survive kepada anak anda. Anak yang pemberani cenderung kepada anak-anak yang aktif. Sebagai orang tua pastinya tidak menginginkan jika anak “ngalem” sama kita bukan? Seperti contohnya saat pertama kali mereka masuk ke sekolah dan berkumpul bersama guru dan teman-teman baru mereka, namun tetap saja mereka tidak mau lepas dari orang tua. Mereka akan cenderung menangis saat di tinggalkan oleh orang tua.

Maka sangat penting bagi orang tua untuk menerapkan jiwa survive atau pemberani kepada anak sejak dini. Salah satu cara agar anak menjadi lebih berani dengan membebaskan mereka untuk melakukan keaktifan serta kreatifitas mereka di dalam maupun di luar rumah. Justru jangan sedikit-dikit di larang. Dengan semakin orang tua membatasi kreatifitas anak justru akan membuat mereka merasa takut dan kurang percaya diri serta cenderung membuat anak pasif kepada lingkungan sekitarnya.

Selalu tanyakan pengalaman mereka saat sedang di luar rumah. Dengan nada excited.
Menjadi orang tua yang kooperatif terhadap aktifitas anak serta menjadi pendengar yang baik untuk anak memang sangat di perlukan. Terkadang hal ini terlihat sangat sepele namun nyatanya sulit untuk di lakukan. Pada nyata nya, para orang tua kurang berperan untuk menanyakan hal yang di lakukan oleh sang anak selama seharian atau pun sekedar menanyakan apa saja yang mereka lakukan saat bermain di luar rumah. Sebagai orang tua pasti berharap para anak akan menceritakannya dengan sendirinya, justru ini adalah salah satu kesalahan orang tua dalam berperan.

Anak akan cenderung kaku apabila harus memulai perbincangan dengan orang tua mereka. Namun apa jadinya jika kita orang tua yang menanyakan hal tersebut terlebih dahulu dengan nada dan sikap yang antusias kepada anak? Sudah sangat jelas dan bisa di pastikan mereka akan menceritakan pengalaman mereka dengan lebih antusias dan senang hati. Maka untuk para orang tua, semoga apa yang sudah kami tuliskan di sini dapat bermanfaat~

baca juga cara melatih anak untuk berempati sejak dini