Skip to main content

Cara mengatasi anak kecil berbohong

CARA ATASI ANAK BERBOHONG

Berbohong, siapa sih yang tidak berbohong? Pasti kita semua pernah berbohong meski pun terkadang itu kita lakukan demi kebaikan. Berbohong adalah salah satu kebiasaan buruk yang sudah seharusnya tidak untuk di lakukan. Bahkan sebagian dari anak-anak saat ini sudah kerap berbohong, entah itu kepada orang tuanya, kepada guru di sekolah nya hingga kepada teman sebaya nya. Hal tersebut wajib kita perhatikan sejak dini selaku orang dewasa agar kelak sang anak tersebut tidak terus menerus berbohong, sehingga memiliki sifat pembohong yang itu sebagai sifat yang sama sekali tidak terpuji. Dan jika kebohongan anak terus menerus di biarkan, maka justru akan memberi dampak negatif kepada diri nya sendiri dan lingkungan sekitarnya di masa yang akan datang.

Ada banyak alasan dan faktor yang membuat anak harus berbohong. Mungkin dari faktor internal saat dirinya merasa terpojok atau takut, dan faktor eksternal saat diri nya melihat kebiasaan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Sebagai orang tua pasti kita kerap merasa kesal saat mengetahui anak telah berbohong kepada kita, namun tidak jarang kebanyakan orang tua mendiamkan hal ini karena di anggap wajar atau juga karena tidak tahu bagaimana cara harus menghadapi anak tersebut. Bahkan dengan memarahi anak tidak lantas membuat kondisi dan perilaku anak menjadi membaik, bisa jadi anak-anak justru akan menjadi seorang pemberontak dan semakin menjadi pembohong seiring dengan tumbuh kembang mereka.

Berikut ini ada beberapa cara yang wajib kita ketahui sebagai orang tua yang mendapati anak-anak sedang berbohong. Mari simak penjelasan berikut:


Berikan waktu kepada anak untuk menjelaskan alasan mereka berbohong
Memukul anak saat mereka berbohong tidak akan bisa memecahkan masalah. Yang kita ingingkan adalah agar anak-anak bisa berhenti untuk tidak terbiasa berbohong, bukan malah menjadikan mereka merasa ketakutan akibat pukulan dari kedua orang tuanya. Ada baiknya jika kita sebagai orang tua memberikan waktu dan kesempatan yang cukup untuk anak menjelaskan alasan mereka berbohong, dengan catatan jangan sudutkan mereka dan jangan gunakan nada tinggi saat berbicara dengan mereka tapi gunakan lah nada yang tegas agar mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan tersebut adalah salah.

gambar Cara mengatasi anak kecil berbohong

Jelaskan perbedaan Kejujuran dan Kebohongan
Anak-anak mungkin belum paham betul apa yang di maksud dengan jujur dan mengapa mereka harus berkata jujur. Terkadang, mereka hanya menggunakan imajinasi saat sedang bercerita. Memberi penjelasan tentang hal hal yang mengacu kepada kehidupan nyata memang kadang sulit. Nah untuk menjelaskan tentang apa itu kejujuran, apa itu kebohongan, mengapa mereka harus berkata jujur dan mengapa mereka tidak boleh berbohong, maka manfaatkanlah imajinasi mereka untuk menangkap maksut kita. Sebagai orang tua, kita harus mempunyai banyak inovatif untuk selalu memberikan pengertian-pengertian kepada anak. Dan di sini, gunakan lah cerita atau sebuah dongeng yang menggambarkan tentang apa makna dan arti sebuah kebohongan dan kejujuran. sementara itu, berikan lah penjelasan dengan kata-kata simple saja kepada mereka bahwa kebohongan itu sifat buruk yang tidak boleh di lakukan karena orang yang berbohong itu termasuk dengan orang yang jahat.

Eratkan ikatan emosional antara orang tua dengan anak
Mendekatkan emosional dengan anak memang  sangat penting, karena ini bisa jadi akan membuat anak merasa nyaman sehingga mereka akan bisa lebih terbuka dengan kita. Hal tersebut karena mereka mungkin saja merasa bahwa yang bisa mereka hargai dan mereka percaya i adalah kita sebagai orang tua. Dan akan terjadi sebalik nya apabila kita tidak bisa dan tidak mau mempererat ikatan emosional dengan anak, maka anak akan cenderung pasif, merasa kurang nyaman dan bahkan bisa saja akan menjadi seorang yang suka memberontak kepada orang tua mereka.  Hal tersebut biasa nya akan mereka lakukan hanya untuk menarik perhatian kedua orang tua mereka.

Didik anak sesuai dengan usia mereka
Tumbuh kembang anak memang bisa di bilang sangatlah cepat, sehingga kita sebagai orang tua harus selalu selektif untuk mendidik anak-anak sesuai dengan usia mereka.  Karena perlu kita semua ketahui bahwa cara untuk menghadapi anak yang berbohong tidak semua bisa di lakukan dengan satu cara. Seperti hal nya anak yang berusia 5 hingga 8 tahun, kebohongan yang di ucapkan anak usia ini cukup sepele, seperti sudah sikat gigi. Nah cara untuk menghadapi kebohongan anak di usia ini hanya dengan tunggu waktu anda dan anak anda sedang berdua, kemudian anda bisa memberi pengertian secara intens kepada mereka. Jangan lantas langsung menegur anak, karena bisa jadi justru anak akan sakit hati dan emosi karena hal negatif ini.

Kemudian untuk anak usia 9 hingga 12 tahun, saat usia ini mulai banyak kebohongan-kebohongan yang bisa saja di ciptakan oleh anak. Karena pada fase usia ini lah fase pola pikir sudah mulai berkembang dengan signifikan. Kebohongan anak saat usia ini pun sudah mulai naik level, dan mereka rela harus mengorbankan dirinya demi mendapatkan apa yang mereka mau. Seperti harus mengatakan sudah makan demi untuk tetap bermain game. Pada fase ini peran orang tua mulai tegur anak dengan kalimat tegas dan bisa mulai untuk memberikan konsekuensi kepada anak. Dan yang terakhir adalah saat fase anak berusia 14 hingga 18 tahun. Pada fase ini kita berhak was was dengan kebohongan yang di ucapkan oleh anak remaja kita, karena di sinilah anak mulai untuk menentukan fase jati diri mereka. Di sini kita bisa lebih tegas dalam menegur anak karena kebohongan yang mereka ucapkan biasanya lebih cenderung mempengaruhi diri mereka sendiri. Seperti hal nya mereka harus berbohong tentang nilai sekolah kepada anda, bahkan bisa saja saat membolos bimbel hingga sekolah.

Lakukan dengan pembiasaan yang konsisten
Untuk membentuk perilaku pada anak, sebaik nya di lakukan dengan cara membiasakan hal tersebut dengan konsisten dan terus berkelanjutan. Hal seperti itu bertujuan agar anak benar-benar bisa mengetahui hal mana yang seharusnya bisa mereka lakukan, dan apa yang tidak perlu mereka lakukan. Hal ini sangat berpengaruh karena pada fase usia anak-anak sangat lah labil dan harus terus menerus di ingatkan mulai dari hal-hal kecil hingga hal yang di anggap  bersiat besar. Maka dengan membiasaan kebiasaan yang baik secara konsisten sama hal nya seorang anak sedang di berikan bekal oleh orang tua nya agar mereka jauh lebih bisa memahami hal baik dan hal buruk. Dan sebagai orang tua, kita wajib pastikan bahwa anak-anak kita sudah bisa memahami hal tersebut dengan baik.

Semoga bermanfaat~
baca juga pahami perilaku kekerasan pada diri anak