Skip to main content

Cara mengkondisikan si kecil saat sholat

Mengajarkan serta mengenalkan agama dan ibadah kepada anak sejak dini memang sangatlah perlu, tidak jarang juga para orang tua mengajak anak-anak mereka untuk ikut ibadah ke masjid meski anak mereka masih berusia sangat kecil. Namanya juga anak-anak, di masjid mereka akan berlari kesana kemari, bercanda hingga tertawa lepas dengan teman-teman sebaya mereka.

Mereka berteriak dengan riangnya atau bahkan ada yang sampai menangis. Akan tetapi tidak semua orang dewasa yang sedang beribadah memberikan maklum kepada “Malaikat” yang sedang tertawa riang di rumah Allah tersebut. Tidak jarang juga dari mereka yang sampai harus memarahi anak-anak tersebut bahkan menyuruh mereka keluar dari masjid yang pada akhirnya akan membuat mereka tidak mau lagi untuk datang ke masjid karena rasa takut yang di dapatkan.


Memang banyak tingkah lucu yang mereka perbuat saat orang tua mereka sedang ibadah, ada yang menaiki punggung orang tua nya saat sedang sujud dan ada juga yang mengikuti gerakan saat ruku’ namun mereka dengan sengaja menyenggolkan atau saling menginjak kaki untuk menggoda orang tua mereka. Namun saat sang orang tua berdiri, seketika mereka akan diam dan menirukan gerakan demi gerakan shalat dengan baik. Akan tetapi saat sujud mereka akan mulai kembali beraksi lagi. Bahkan tidak jarang ada banyak orang dewasa yang dengan sengaja menempatkan posisi shof mereka di barisan paling belakang agar di anggap tidak mengganggu jama’ah lain. Rasanya percuma saja saat menjauhkan mereka dari orang tuanya yang sedang sholat, mereka akan terus kembali mendekat bagaikan magnet.

Memang sudah sewajarnya jika anak yang masih berusia 2 sampai 5 tahun sering kali bertingkah demikian, karena pada usia ini mereka masih belum bisa jika di tuntut untuk berkonsentrasi secara penuh. Mungkin shalat masih di anggap sebagai hal baru yang mereka ketahui, sehingga mereka masih sering bermain-main dengan orang tuanya atau pun juga dengan teman sebayanya saat sedang shalat. Meski begitu, jangan terus menerus menganggap ini sebagai hal yang wajar lagi ya saat anak sudah menginjak usia lebih dari 5 tahun. Saat itu kalian sudah saat nya untuk memberikan mereka pemahaman tentang ibadah atau shalat bukanlah yang bisa untuk di main-mainkan. Dan bermain pada saat semua sedang shalat bisa saja sangat mengganggu orang lain. Sehingga mereka akan sedikit demi sedikit memahami hal tersebut.
Berikut ini ada 3 cara yang bisa kalian terapkan untuk mengkondisikan anak-anak yang mulai aktif ikut shalat:

Hindari memarahi anak
Memarahi anak saat mereka di anggap mengganggu ibadah bukan menjadi sebuah solusi terbaik untuk di lakukan. Karena pada usia anak di bawah 5 tahun ini masih memiliki daya abstraksi yang sangat rendah, sehingga tidak lah tepat jika mereka harus di berikan pengertian tentang konsep ibadah dengan panjang lebar. Anak pada usia ini lebih bisa belajar dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar. Seperti hal nya cerita Rasulullah yang pada saat itu ada seorang anak kecil dengan tidak sengaja kencingi beliau. Dan ibu sang anak langsung saja memarahi sang anak, tapi apa? Rasulullah bukan nya senang tapi justru beliau menegur sang ibu. Beliau berkata bahwa “baju yang tidak sengaja terkena kencing bisa saja di cuci, akan tetapi hati seorang anak yang terlanjur terluka tidak dapat di obati” dari pengalaman ini kita semua bisa mengambil hikmah, bahwa untuk memberikan teguran kepada seorang anak tidak harus dengan menggunakan sebuah kekerasan lisan maupun fisik, cukup beri mereka arahan serta penjelasan yang logis dan singkat sehingga mereka bisa mengerti dengan baik.

Jangan buat anak menjadi trauma
Hampir sama dengan penjelasan di atas, bahwa jika anak-anak di rasa mengganggu saat sedang menunaikan ibadah shalat kalian bisa memberikan teguran halus kepada mereka. Hal ini juga berkaitan dengan adanya long memori yang di miliki pada saat masih berusia anak-anak, jika kalian menegur mereka dengan keras atau bahkan memarahi mereka hingga akhirnya mereka mengalami trauma dan tidak mau lagi untuk datang ke masjid bukan kah itu menjadi sebuah awal yang buruk untuk anak itu sendiri kedepannya? Ketahuilah jika anak-anak muslim berlarian dengan tertawa riang di masjid, itu lah ciri khas mereka. Ingatkanlah mereka dengan sebuah pelukan serta senyuman hangat. Ketahuilah sebenarnya mereka adalah “Malaikat” yang sedang bergembira di rumah Allah.

Kondisikan shalat
Sebenarnya, apa yang kita semua alami perihal “gangguan” anak saat kita sedang shalat adalah hal yang wajar, hingga Rasulullah pun juga pernah merasakan. Seperti cerita berikut saat suatu ketika Rasulullah sedang menjalankan ibadah shalat dan akhirnya datang lah salah seorang cucu beliau yaitu husein yang kemudian menaiki punggu kakeknya (Rasulullah) saat beliau sedang dalam kondisi sujud. Dan saat itu dengan sengaja Rasulullah memanjangkan waktu sujud beliau, dan membiarkan husein menikmati bermain di atas punggung beliau hingga ia sendiri yang turun dari punggung Rasulullah. Beliau justru sama sekali tidak memarahi cucu nya (husein) karena hal tesebut.

Jadi, untuk sekarang tidak lah cukup menjadi sebuah alasan untuk kita memberikan pengertian maupun pengarahan kepada anak dengan cara memarahi mereka. Apalagi ketika mereka mengganggu shalat kita maka jangan salahkan mereka, tapi kondisikan diri kita agar tidak terus terbawa emosi. Dan jika kalian ingin membawa anak-anak ke masjid untuk mengikuti sholat berjama’ah, ada baiknya jika kita mengalah untuk mengisi shof paling belakang agar saat anak-anak kita mulai berulah sehingga tidak akan mengganggu jama’ah yang lainnya. Atau bawakan saja mainan favorite mereka di dekat kita agar mereka tidak berkeliaran dan tetap aman di samping kita.

Biarkan saja anak-anak menganggap bahwa shalat sebagai suatu permainan rutin yang menyenangkan, sebagaimana Baginda Rasulullah yang membiarkan kedua cucu beliau yaitu hasan dan husain menaiki punggung saat beliau sedang sujud, dan beliau baru menyelesaikan sujudnya saat kedua cucu nya sudah merasakan puas bermain-main. Nah bila daya abstraksi anak sudah mulai baik pada usia anak 5 tahun ke atas, barulah kita sebagai orang tua memberikan pemahaman tentang konsep ibadah. Maka dari itu, biasakan anak kita untuk kenal dan ikut untuk menunaikan ibadah sholat secara berjama’ah di masjid. Semoga bermanfaat~

baca juga cara mencegah anak untuk berbohong