Skip to main content

Perkembangan ternak kelinci dan perkembangan dunia maya

Peternakan kelinci dan perkembangan dunia maya-Pertma kali saya beternak k3linci tahun 2008 saya kesulitan sekali untuk memasarkan kelinci. Yang mana pemasaran saat itu hanya ke pedagang sate di swkitaran telaga sarangan dan sekitarnya. Mereka pun ketika tahun tersebut membeli dengan sesuka hati mereka. Karena merakalah yang memberikan harga untuknkelinci dari ukuran kira2. Tanpa ada ukuran pasti seperti bobot dsbnya.

gambar Perkembangan ternak kelinci dan perkembangan  dunia maya


Inilah yang menjadi kendala kenapa banyak peternakan kelinci yang gulung tikar ditahun2 tersebut. Akan tetapi dengan perkembangan internet dan dunia sosial saat ini. Pasar untuk kelinci pedaging sangat terbuka lebar. Dengan adanya internet terlebih media sosial kita bisa menjual kelinci ke rumah makan yang membeli dengan harga wajar sesuai bobot satuannya. Bagi para peternak kelinci hias pemasaranyapun sangat gampang sekali tinggal kita istiqomah saja promosi di media sosial maka pembeli akan segera menghubungi.
Itulah yang terjadi dengan adanya perkembangan teknologi. Peternakan kelinci.kita memang sudah sangat tertinggal dibandingakan peternakan kelinci yang afa di negara2 eropa dan amerika. Bahkan di chinapun peternakan kelinci sudah sangat pesat disana. Di india dan negara2 afrika peternakan kelinci sudah dengan sistem yang modern.

Akan tetapi belakangan terakhir peyernakan kelinci dinindonesia sudah ada yang dibudidayakan dengan sistem yang modern untuk memenuhi pasokan daging kelinci yang tiap waktu dari tahun ketahuin semakin meningkat saja.

Semoga peyernakan kelinci kita bisa segera berkembang seperti di negara2 lainnya. Bisa sejajar dengan daging ayam dan daging sapi yang biasa dinkonsumsi oleh masyarakat.