Skip to main content

Keunggulan dan kekurangan memasak dengan kayu bakar

Rumah saya yang jauh dari perkotaan apa lagi dekat dengan daerah pegunungan wilis membuat kalurga kami masih sering mengunakan kayu bakar untuk memasak. Ya karena ranting2 kayu berlimpah disini malah di buang2. Dari pada tidak dimanfaatkan dan menjadi lapuk ya di bawa pulang saja sebagai bahan kayu bakar.


Kayu ini biasa digunakan ibu untuk mmemasak air untuk minum. Ya karena di desa kami belum ada air isi ulang seperti yang di kota2. Lagian enakan air rebusan kalo menurut saya. Apalagi yg ditqruh di kendi.
Mah manfaat memasak denga kayu bakar adalah asapnya yang tidak disukai nyamuk. Jadi kalo mau mengusir nyamuk tinggak bikin perapian saja maka nyamuk seisi rumah akan pergi karena asap yang ditimbulkan.

Lalu dengan memasak mengunakan kayu bakar maka cita rasa masakan akan berbeda dengan masakan yang pakai kompor gas.

Bisa jadi tempat kita untuk menghangatkan badan karena lokai pegunungan pasti dingin.
Nah kekurangannya adalah Terlalu ribet untuk menyalakannya. Apalagi kalo tidak ada bantuan minyak tanah. Wah ngidupinnya susah. Harus pakai kertas atau pakai plastik yg dibakar.

Kemudian asapnya yang kadang pedih dimata. Kadang bisa bikin mata kita merah dan iritasi.
Saya sendiri kalo berkunjung kerumah ibu sering masak air pakai kayu bakar untuk mandi. Maklumlah udara dan air disana sangat dingin sekali.

Kalo saja ada yang mengolah sampah daun2 dan ranting2 dihutan saja menjadi briket atau bahan bakar tanpa asap maka ini akan menjadi sesuatu bagus sekali. Bisa jadi alternatis selain kompot gas tapi ini baru sebatas ide saya saja sih. Semoga ada pembaca yang bida mewujudkan ide saya ini untuk membuat briket dari sampah2 dedaunan untuk di ubah menjadi bahan bakar.