PUNYA SIKLUS HAID MAKA DAGING KELINCI DIHARAMKAN, BENARKAH?

PUNYA SIKLUS HAID MAKA DAGING KELINCI DIHARAMKAN, BENARKAH?




Kelinci merupakan salah satu hewan dengan dua gigi seri yang sudah amat kita ketahui, bakyak artis juga mempuntai gigi seri yang menonjol seperti kelinci, tak jarang mereka disubut artis gigi kelinci.. lha apakah karena giginya kelinci diharamkan untuk dimakan, atau karena kelinci mempunyai siklus haid jadi diharamkan? Tulisan yang sangat singkat ini akan menerangkan dan juga membuktikan akan halalnya daging kelinci untuk dimakan..



Yang penulis ketahui hanya kaum yahudi yang mengharamkan untuk memakan daging kelinci samapun dengan syiah mereka juga mengharamkan kelinci.


daging kelinci


Keharaman kelinci versi syiah


kata mereka disebagian riwayat diterangkan bahwa kelinci termusuk hewan2 yang telah mengalami perubahan wujud..(power ranger kali berubah wujud), hewan hewan yang mengalami perubahan wujud maka tidak boleh dimakan. Katanya sih dulu manusia 2 yang mengalami perubahan berubah menjadi hewan2 seperti kelinci, anjing, monyet dan babi..mungkin ini teori evolusi Darwin atau bagaimana gak paham gua...ya memang sih ada kaum yahudi yang dulu di kutuk Alloh jadi kera yang hina..



kelinci juga diharamkan karena meiliki cakar, lantaran sama seperti kucing dan hewan2 buas lainnya yang mempunyai cakar..ya betul hewan2 yang memiliki cakar merupakan hewan yang dagingnya haram untuk dikonsumsi, tapi  mana ada kelinci yang buas, dan kelinci yang menerkam mangsa dengan cakarnya, orang kelinci herbivore makan rumput dan dedaunan..

Ya sudah kita tinggalkan versi meraka…memang pemahaman mereka bikin ruwet..


Kita simak hadist nabi  berikut:


Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

Kami pernah disibukkan untuk menangkap kelinci di lembah Marru Azh-Zhohran, orang-orang berusaha menangkapnya hingga mereka keletihan. Kemudian aku bisa menangkapnya lalu aku bawa menghadap Abu Tholhah. Maka dia menyembelihnya kemudian dikirim daging paha depannya atau paha belakangnya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lantas beliau menerimanya.” HR. Bukhari no. 5535 dan Muslim no. 1953



Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memakannya. HR. Abu Daud no. 2822, An Nasai no. 4313, Ibnu Majah no. 3175. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Hal ini yang menunjukkan akan halalnya kelinci. Bahkan hal ini disepakati oleh para ulama jika seseorang memperhatikan perkataan-perkataan mereka. Jadi bisa dikatakan halalnya kelinci adalah ijma’ (kata sepakat ulama).


Ada juga yang beralasan bahwa kelinci itu terlarang (makruh) dimakan karena kelinci itu memiliki siklus haidh.

Haid dari mana lagi ini..orang gak paham dengan kelinci kemudian dia ngomong kelici haid, kelinci nifas,  kemudian ini halal, ini haram

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS.an-nahl/ayat-116)


 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” [QS. al-Maidah (5): 87-88]

Simak penjelasan berikut:

Kalau manusia melahirkan rahimnya tetap dan terjadi perlukaan pada tempat dimana kantung placenta menempel. Tapi pada  ternak kelinci rahimnya gugur bersama dengan placentanya, Jadi perlukaan bukan pada rahim tetapi pada gantungan rahim tadi. Pada manusia sel telur diproduksi di indung telur, dan akan turun kerahim kemudian menempel didinding rahim sampai siap dibuahi. Apabila tidak terjadi pembuahan maka akan gugur dan biasa disebut menstruasi. Pada peristiwa ini terjadi pengelupasan dinding rahim sehingga terjadi pendrahan. Besar kecilnya pendrahan tergantung pada besar kecilnya pengelupasan tadi. Apa bila terjadi pembuahan, maka sel telur yg telah dibuahi tadi akan membentuk Zygote.. 


berkembang menjadi Embrio selanjutnya menjadi Janin dengan tetap menempel pada dinding rahim karena dari sanalah aliran makanan dari si ibu ke jabang bayi berlangsung yaitu melalui tali pusat dan cairan placenta. Pada saat melahirkan semua akan gugur dengan meninggalkan perlukaan bekas menempelnya kantung placenta tadi. Berbeda dengan  ternak kelinci. Kelinci sel telurnya ada setiap saat dan setiap saat pula siap untuk dibuahi oleh sel jantan. Akan tetapi sel telur ini hanya bisa dibuahi kalau folikel atau pembungkus sel telur tadi pecah. Nah pecahnya folikel tadi bisa terjadi kalau ada rangsangan. Rangsangan tadi akan mengaktifkan kelenjar Gonad dan akan mengeluarkan hormon GnRH serta hormon FSH untuk memecah folikel sehingga sel telur bisa dibuahi. Setelah dibuahi maka terbentuk Zygote dan berkembang menjadi Embrio. Pada umur kebuntingan 14 hari apabila  ternak kelinci kita potong maka akan tampak embrio yg bergelantungan berbentuk seperti buah anggur. Nah embrio itu ada didalam rahim dan akan keluar bersama si jabang bayi tadi. Perlukaan hanya terjadi sebesar gantungan tadi. Pada manusia rahim yg tadinya hanya sebesar telur ayam akan ikut berkembang menjadi besar menyesuaikan dengan besar/tumbuhnya si jabang bayi. Pada saat melahirkan rahim yg telah membesar tadi akan mengecil kembali sambil memperbaiki kerusakan sel dinding rahim, nah inilah yg disebut masa nifas.. dikelinci peristiwa ini tidak ada... itulah sebabnya ternak kelinci begitu melahirkan bisa langsung dikawinkan dan bisa terjadi pembuahan.

seperti yg di jelaskan diatas..  ternak kelinci dalam keadaan buntingpun bisa terjadi pembuahan berikut dengan selisih waktu, karena sistim reproduksi yg sangat berbeda dengan mamalia lain. Jadi jangan heran kalau ada kelinci beranak dan selang seminggu atau dua minggu kemudian beranak kembali, karena memang rahimnya berbeda sama manusia atau mamalia lain yg menggunakan rahim ya itu2 juga. 

Jadi kalo  ternak kelinci pas bunting rahimnya ada kalo pas tidak bunting rahimnya ya tidak ada..rahimnya terbentuk bersama2 dengan janin..nah udah pahamkan kelinci itu tidak mempunyai siklus haid juga nifas

Perlu diketahui bahwa kelinci itu tidak memiliki taring yang digunakan untuk menerkam mangsanya sehingga membuatnya haram sebagaimana harimau yang punya taring dan memburu mangsa dengan taring tersebut.


Dari sini tidak perlu khawatir lagi akan halalnya kelinci selama penyembilahannya benar dan memenuhi syarat-syarat.


BACA JUGA : PENGGUNAAN PROBIOTIK UNTUK KELINCI


sumber websitefazairablog1

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar