Widget HTML Atas

Cara membuat pakan kelinci fermentasi dari gedebog pisang

pakan kelinci dari kedebong pisang ini sangat populer sekali bagi mereka yang memilih kelinci untuk mendapatkan keuntungan yang sangat maksimal ditambah lagi gedebog pisang di lingkungan pedesaan itu sangat banyak sekali dan biasanya tidak digunakan untuk apapun hanya dibiarkan begitu saja sampai membusuk di pekarangan.

nah kali ini kita akan membahas bagaimana sih caranya membuat pakan kelinci fermentasi dari gedebog pisang bagaimana ketika digunakan menjadi pakan kelinci apakah Kelinci akan menjadi gemuk dan juga menjadi sehat, simak penjelasannya di bawah ini.


mereka yang biasanya menggunakan batang pisang atau mempunyai pikiran memberikan kelinci pakan gedebog, mereka biasanya melihat di YouTube atau membaca artikel di website.

dengan menggunakan beberapa probiotik yang ada di pasaran mereka membeli kemudian mempraktekkan dengan membuat fermentasi gedebok pisang untuk pakan kelinci.

katanya sih biar irit karena kebanyakan pelet kelinci yang ada di toko-toko itu biayanya sangat mahal sebenarnya tidak mahal sih kalau dihitung dari kita produksi sendiri.

katanya batang pisang ini sangat mudah didapat, faktanya kalau di daerah saya dikota sulit didapat karena di sini tidak ada yang menanam pohon pisang jarang sekali orang yang menanam pohon pisang di pekarangan rumahnya.

tapi bagi kalian mungkin yang di pekarangan rumahnya banyak terdapat pohon pisang bisa memanfaatkan pohon pisang untuk pakan kelinci.

cara pembuatan fermentasi gedebok pisang untuk pakan kelinci seperti dibawah ini.

Siapkan bahan-bahan sebagai berikut ini
Gedebog pisang atau daun pisang
1. ampas tahu 
2. tetes tebu
3. air 
4. pisau atau alat cacah 
5. terpal dan ember

cara pembuatannya adalah sebagai berikut batang pisang serta pelepah pisang dan daun daun pisang kita cacah sampai ukuran kecil kecil.

Cacahan tersebut kita campur sampai merata dengan ampas tahu usahakan semuanya tercampur sangat rata kemudian kita tambahkan obat fermentasi, lalu kita tambahkan gula pasir yang dilarutkan di dalam air, larutan tersebut kita semprotkan ke campuran antara gedebog pisang dan ampas tahu.

fermentasi gedebok pisang tersebut selama 24 jam setelah 24 jam maka pakan tersebut sudah bisa kita berikan kepada kelinci.


usahakan saat mengambil fermentasi dari dalam ember, sebagian saja kemudian tutup kembali ember  tersebut supaya tidak ada bakteri yang di luar masuk ke fermentasi kita, setiap kita mengambil harus dikembalikan secara rapat.

pengalaman saya ketika memakai pakan dari fermentasi gedebok pisang adalah sebagai berikut ini

Kelinci menjadi kuntet/kurang berkembang.
indukan kelinci yang menyusui kebanyakan anaknya mati.
Indukan kelinci jadi susah hamil.
Bulu kelinci menjadi rontok.

dah ternyata dari hasil pemberian pakan fermentasi gedebok pisang pada kelinci hasilnya sungguh sangat tidak memuaskan sekali.

mungkin karena cara fermentasi saya yang salah atau mungkin ada kandungan dari gedebog pisang yang ternyata setelah saya cari di Google ada kandungan anti nutrisi dari kedebong pisang yang kurang baik untuk perkembangan kelinci.

Dalam batang pisang terdapat antinutrisi yang bernama tanin.

Tanin ini mencegah protein menjadi protein tanin sehingga tubuh kelinci tidak bisa menyerap protein tersebut dan pada akhirnya akan dibuang kembali melalui kotorannya.

jadi protein-protein yang ada pada ampas tahu tersebut ketika kita mencampurkan dengan gedebog maka tidak bisa diserap oleh saluran pencernaan kelinci dan pada akhirnya ya percuma saja akan terbuang kembali lewat kotorannya dan yang terjadi adalah kelinci menjadi sulit sekali berkembang atau bahasa kita disebut kuntet.

selain itu batang pisang juga terdapat serat yang sangat tinggi yaitu lignin. serat yang tinggi pada kelinci memang sangat baik sekali namun ada kekurangannya yaitu ketika kelinci mengkonsumsi terlalu banyak serat maka tubuhnya akan menjadi kurus, yang kita inginkan agar kelinci cepat besar dan bobot tidak akan tercapai ketika kita menggunakan pakan dari fermentasi gedebok pisang.

itulah pengalaman saya ketika menggunakan pakan dari fermentasi gedebok pisang, mungkin temen-temen yang udah di sini punya pengalaman lain ketika menggunakan batang pisang 

silakan di-share yang pasti saya selalu melakukan pencatatan pertambahan berat badan kelinci  ketika saya menggunakan pakan gedebong pisang dan hasilnya adalah pertambahan berat badannya sangat tidak bagus sekali jadi untuk hidup saja mungkin kita bisa menggunakan pakan dari batang pisang tapi untuk tumbuh dan berkembang menjadi besar akan ke batang pisang sangat tidak bagus untuk digunakan.

Mungkin dari jenis probiotik nya mempengaruhi

saya sudah menggunakan berbagai macam probiotik hasilnya tetap sama saja pertambahan berat badan kelinci sangat berbeda jauh ketika kita menggunakan pelet yang kita buat sendiri kita formulasikan sendiri dan ternyata memang batang pisang itu tidak bisa diberikan untuk semua hewan.

mungkin batang pisang hanya bisa kita berikan kepada kambing atau hewan-hewan yang mempunyai rumen


pada hewan-hewan yang memiliki rumen serat kasar yang tinggi seperti pada batang pisang bisa menjadi media perkembangan bakteri rumen yang mana bakteri rumen ini akan memproduksi protein tetapi pada kelinci pada saluran kelinci, saluran pencernaannya mereka tidak memiliki bakteri rumen jadi sama saja ketika kita memberikan batang pisang pada kelinci maka secara otomatis mereka tidak akan menghasilkan protein 

protein pada pakan yang kita berikan malah akan tidak bisa dicerna diserap oleh usus kelinci.

dan yang terjadi adalah Kelinci akan kekurangan nutrisi terutama pada pakan fermentasi dari gedebog pisang yang kita berikan terlalu banyak mengandung serat.

jadi kesimpulannya adalah batang pisang bisa digunakan sebagai pakan alternatif untuk kelinci jika hanya tujuannya hanya sekedar hidup.

tetapi jika tujuannya sebagai tumbuh dan berkembang menjadi besar maka akan butuh waktu yg lama.

waktu yang sangat lama ini akan membuat biaya pengeluaran kita menjadi membengkak.

demikian semoga bermanfaat salam sukses untuk seluruh ternak kelinci yang ada di Indonesia.

Baca juga : Makanan agar kelinci cepat kawin